October 6, 2013

Pagi Ini

Bagian awal dari sebuah hari telah terlewati. Pagi. Bagiku, pagi ini penuh dengan penantian. Entah apa yg aku harapkan, atau bukan diriku, tapi ego lah yg berharap. Dan ego itu tidak mau mengalah. Mengapa ia begitu keras? Mengapa ia begitu sulit untuk membuka mata dan mengerti yg lain?

Sampai terjadi perdebatan antara hati dan ego. Akhirnya ego itu menghilang secara perlahan-lahan. Pergi dengan meninggalkan penyesalan. Kini tinggal aku, dan air mata yg berjatuhan dari mataku. Aku tidak bisa berhenti menangis. Aku salah, dan menyalahkan diriku sendiri. Aku bahkan tidak bisa memaafkan diriku sendiri.

Detik, menit, jam pun berlalu. Aku tersadar dan kembali. Aku mengambil kotak tissue lalu kupeluk erat, sambil menghapus sisa-sisa air mataku. Aku memutuskan untuk larut dalam diam, merenungkan semuanya kembali. Hembusan nafasku masih belum beraturan. Tapi aku lega aku telah menangis. Paling tidak sebagian kesedihanku telah pergi bersama air mata yg telah berjatuhan tadi.

Aku menarik nafas panjang. Berpikir, dan berpikir lagi. Kupikir selama ini aku telah cukup sabar. Kupikir selama ini aku telah cukup mengerti. Kupikir..... ah! Seharusnya aku tidak boleh berpikiran seperti itu. Karena setelah aku menganggap diriku telah sabar dan mengerti, di titik itu lah aku menjadi tidak sabar dan menolak untuk mengerti.

Seharusnya aku tidak perlu berpikiran macam-macam, seperti yg selalu kamu bilang padaku. Seharusnya aku menutup pintu rapat-rapat sehingga ego ini tidak sembarang masuk dan menghancurkannya begitu saja. Seharusnya aku tetap tinggal disitu, di zona aman dan nyamanku, sehingga semuanya tetep baik-baik saja. Seharusnya....., dan seharusnya lainnya.

Ternyata memang benar adanya, bahwa kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Aku manusia biasa, kamu bisa saja menemukan lubang cacat ada padaku. Maaf... Mungkin aku sedang lengah. Mungkin aku lelah. Mungkin egoku ingin agar diriku juga dimengerti.

Kurasa cukup. Paling tidak aku telah mencurahkan penyesalanku. Aku tidak begitu yakin apakah pada tempat yg tepat, atau bukan. Tapi kelihatannya aku merasa satu tingkat lebih lega lagi.

Aku harus bisa melewati sisa hari ini dengan tersenyum. Atau paling tidak, tidak keluar air mata lagi. :))