March 14, 2017

Bye Blogger

Ya, dengan ini aku menyatakan bahwa aku pindah ke blog baru karena adanya beberapa alasan. Harapannya di blog yang baru bakal lebih semangat nulis, terus bisa nulis hal-hal baik dan bermanfaat. Aamiin. Belum ada rencana ngehapus blog ini dalam waktu dekat, tapi yang pasti kemungkinan bakal dihapus di waktu yang akan datang. Barangkali aku ada salah dari postingan atau kata-kata yang kurang berkenan, aku mohon maaf. Semoga ke depannya lebih baik lagi. Buat yang (masih mau) baca tulisan aku, boleh klik link di bawah ini ya! Terus boleh lah di follow hehe. Terima kasih :)


March 7, 2017

Apa Itu Riba?

Assalamu'alaikum teman-teman semua, semoga kita selalu dirahmati oleh Allah yah. Aamiin

Aku sebenernya kepingin nulis tentang pengalamanku buka tabungan baru di bank syariah, tapi setelah aku pikir-pikir kayanya aku mau sharing pengetahuan mengenai riba terlebih dulu. Di sini aku ngga jelasin sih tapi aku akan share beberapa link yang menurutku bagus dan insyaAllah menjelaskan dengan benar atau pun menyeluruh mengenai riba. Bukan berarti satu jam baca postingan aku ini terus akan paham tentang riba, engga sama sekali. Tentunya butuh niat dari temen-temen untuk betul-betul mau memahami dan mengkaji berulang-ulang. Percuma kalo udah baca tapi nanti-nantinya malah 'ngeyel'. Artikel tentang riba juga banyak, karena contoh kegiatan terkait muamalah dan riba juga banyak banget.

Kita pasti sering mendengar kata RIBA. Tapi mungkin ngga semua dari kita bisa menjelaskan riba itu apa. Yang pasti sebagian dari kita sadar bahwa riba itu haram hukumnya, jika dilakukan ya berdosa. Kalo nabung di bank konven terus ada bunganya itu riba bukan? Iya, itu riba. Kalo beli motor nyicil alias kredit, kalo telat bayar cicilan kenda denda. Itu riba bukan? Iya, itu riba. Jadi riba itu apa dan bagaimana sih?

Oleh Syaikh ‘Isa bin Ibrahim ad-Duwaisy

Dalam kamus Lisaanul ‘Arab, kata riba diambil dari kata رَبَا. Jika seseorang berkata رَبَا الشَّيْئُ يَرْبُوْ رَبْوًا وَرَبًا artinya sesuatu itu bertambah dan tumbuh. Jika orang menyatakan أَرْبَيـْتُهُ artinya aku telah menambahnya dan menumbuhkannya.

Dalam al-Qur-an disebutkan:

وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

“…Dan menyuburkan sedekah…” [Al-Ba-qarah/2: 276]

Dari kata itu diambillah istilah riba yang hukumnya haram, Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا آتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِنْدَ اللَّهِ

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah…” [Ar-Ruum/30: 39]

Maka dikatakan, رَبَا الْمَالُ (Harta itu telah bertambah).

Adapun definisi riba menurut istilah fuqaha’ (ahli fiqih) ialah memberi tambahan pada hal-hal yang khusus.

Dalam kitab Mughnil Muhtaaj disebutkan bahwa riba adalah akad pertukaran barang tertentu dengan tidak diketahui (bahwa kedua barang yang ditukar) itu sama dalam pandangan syari’at, baik dilakukan saat akad ataupun dengan menangguhkan (mengakhirkan) dua barang yang ditukarkan atau salah satunya.

Riba hukumnya haram baik dalam al-Qur-an, as-Sunnah maupun ijma’.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” [Al-Baqarah/2: 278]

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“…Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” [Al-Baqarah/2: 275]

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba…” [Ali ‘Imran/3: 130]

Dalam as-Sunnah banyak sekali didapatkan hadits-hadits yang mengharamkan riba. Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu anhu, ia berkata:

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ. وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ.

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba, yang memberi riba, penulisnya dan dua saksinya,” dan beliau bersabda, “mereka semua sama.”

Dalam hadits yang sudah disepakati keshahihannya dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ! وَذَكَرَ مِنْهُنَّ: آكِلَ الرِّبَا.

“Jauhilah tujuh perkara yang membawa kehancuran,” dan beliau menyebutkan di antaranya, “Memakan riba.”

Dan telah datang ijma’ atas haramnya riba.

[sumber: https://almanhaj.or.id/4044-riba-pengertian-dan-macam-macamnya.html]






Nah itu satu artikel dan dua video yang kira-kira membahas lebih kurang tentang riba. Masih banyak banget artikel dan video yang membahas lebih detail tentang riba. Kalo boleh aku kasih saran ada beberapa website (yang insyaAllah terpercaya dan menyertakan sumber dari Qur'an dan hadits-hadits shahih) ini bisa membantu dalam memahami tentang tiba. Di tiap website ada fitur search, dan tinggal ketik keyword riba atau praktek riba seperti bunga bank atau kredit. InsyaAllah akan keluar artikel atau pembahasan mengenai keyword yang diketik tadi.
- konsultasisyariah.com
- muslim.or.id
- almanhaj.or.id
- muslimafiyah.com
- rumaysho.com
- pengusahamuslim.com

Mungkin masih ada lagi website yang lain tapi kira-kira itu yang aku tau sih hehe. Kalo untuk video di youtube ya tinggal ketik juga keyword riba atau praktek tentang riba misal bunga bank atau kredit, dsb. Ustadz yang jelasin tentang riba juga banyak, dan jelasinnya sih menurutku asik-asik semua. Ada Ammi Nur Baits, Syafiq Riza Basalamah, Khalid Basalamah, Erwandi Tarmizi, Badru Salam (maaf aku ga sebut gelar mereka masing-masing tapi itu sama sekali ga ngurangin respect aku terhadap mereka loh ya). Masih banyak sebenernya tapi nanti bingung kalo kebanyakan hehe. Tonton aja dulu satu-satu. Biasanya kalo tentang riba lumayan panjang durasi videonya, karena memang banyak hal yang dibahas tentang riba.

Tidak terlalu mudah memang untuk memahami riba secara keseluruhan. Aku sendiri awal-awal belajar tentang riba ya, nanya mulu ke ayah "Yah kalo kaya gini riba bukan? Kalo kaya gitu riba ngga? Kalo praktek XYZ itu termasuk riba ya?" Sampe ayah mungkin bosen jawabnya dan nyuruh aku untuk datang ke kajian atau dengerin kajian lewat youtube mengenai riba. Aku juga sampe sekarang sering searching di beberapa website yang kusebutin tadi. Biasanya sih aku langsung ketik keyword tentang praktek atau kegiatan muamalah yang aku masih bingung itu riba atau bukan. Aku juga kebetulan ikut kelas fiqh ekonomi Islam walaupun cuma dua minggu sekali, tapi itu cukup membantu pemahamanku juga.

Menurutku penting banget kita, apalagi sebagai muslim, belajar tentang riba. Harus malah, kan sudah kewajiban kita sebagai muslim untuk terus belajar. Belajar ilmu pengetahuan aja harus, apalagi ilmu agama yang nantinya jadi bekal dan amalan kita. Iya kan.. Apalagi pembahasan riba itu ada dalam Al Qur'an dan hadits. Dan.. ternyata.. dosa riba itu serem banget loh.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَاءهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَىَ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ . يَمْحَقُ اللّهُ الْرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ البقرة: 275-276

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan melipat-gandakan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang senantiasa berbuat kekafiran / ingkar, dan selalu berbuat dosa.” (Qs. al-Baqarah: 275-276).

[sumber: https://konsultasisyariah.com/2207-riba-haram.html]

Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :

الرِّبا ثلاثةٌ وسبعون بابًا ، أيسرُها مثلُ أن ينكِحَ الرَّجلُ أمَّه

“Riba itu ada tujuh puluh tiga model (pintu) dan dosa model riba yang paling ringan bagaikan dosa orang yang memperkosa ibu kandungnya sendiri” (HR. Al Hakim, Ibnu Majah, dll, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’, 3539)

[sumber: http://muslim.or.id/22917-riba-sekejam-memperkosa-ibu-kandung.html]

Ya Allah... ngeri banget kan? :(

Setelah belajar tentang riba, aku jadi takut.. Jujur, tinggal di Jakarta, di Indonesia, di mana masih banyak terdapat bank-bank konvensional, dan kegiatan, praktek, atau pun transaksi konvensional (yang udah pasti riba), agaknya cukup sulit untuk keluar dari hal-hal seperti itu. Kadang, demi menuntut kebutuhan, kita terpaksa untuk ikut melakukan praktek riba. Aku pun mungkin belum sepenuhnya meninggalkan riba, karena aku masih ada tabungan bank konvensional. Tapi udah engga aku pakai lagi, insyaAllah secepatnya aku tutup. Alhamdulillah aku udah buka rekening di bank syariah. Meskipun katanya bank syariah di Indonesia juga ga 100% sesuai syariat Islam. Tapi kalo ada bank syariah, lebih baik kita pilih itu daripadi ke bank konvensional (kebetulan waktu itu ada yang tanya ke Ustadz pas kajian soal ini hehe).

Oh iya, pasti selalu ada pertanyaan seperti ini di kajian atau kelas. "Bagaimana hukumnya bekerja di bank (konven)?" atau "Bagaimana kalo sudah terlanjur kredit motor?" Untuk masalah pekerjaan, berat juga nih. Ini yang dibahas soal cari nafkah soalnya. Tapi ya jawabannya tetep aja ngga boleh. Terus miskin dong jadi ga punya kerjaan? Well, dalam hadits riwayat Imam Ahmad, diceritakan tentang seorang lelaki dari penduduk kampung (Arab Badui) yang berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua tanganku. Beliau pun mulai mengajarkan aku dari ilmu yang Allah Ta’ala wahyukan kepada beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti, pen.) yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad no. 20739. Dinilai shahih oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)

Untuk yang kredit motor, ya sebaiknya dilunasi secepatnya. Kalo udah lunas ya udah ga apa-apa. Sebaiknya langsung bertaubat agar tidak melakukan hal seperti itu lagi. Mungkin yang masih bingung atau ga puas dengan jawaban singkatku ini, bisa search di youtube aja ya hehe :)

Memang sih kalo ga pakai fasilitas riba, bisa dibilang susah untuk jadi kaya, punya rumah besar, mobil mewah, atau pun motor keluaran terbaru, misalnya. Tapi kalo itu semua didapat lewat jalan riba ya buat apa? Udah pasti ga berkah kok. Memangnya ga waswas berapa banyak dosa dari itu semua? Hiiiiii.. Masa ga percaya sama janji Allah? Percaya deh, hidup seadanya tapi penuh berkah dari Allah pasti akan lebih nikmat. InsyaAllah :)

Yah, semoga pesannya bisa sampe ke temen-temen yah. Mohon maaf kalo ada yang kurang berkenan di post kali ini. Kita sama-sama belajar yah, tentunya untuk menjadi lebih baik lagi. Semoga aku dan temen-temen bisa teguh dan istiqomah menjauhi riba. Aamiin

Wassalam!

*

February 25, 2017

Brief Talk About Steakhouses I Had Visited

Assalamualaikum :)

Kali ini mau nulis soal kuliner. Siapa sih yang ga suka sama steak? Pasti banyak yang suka, yang ga suka berarti vegetarian hehe. Steak itu menurutku termasuk makanan yang 'kelas', karena we know lah daging itu ga murah harganya. Tapi di otakku kalo makan steak itu selain bikin sehat dan kuat, bikin satisfied gitu loh. Kaya vampire minum darah manusia aja hahahaha.

Aku sekeluarga alias kita berlima suka banget makan steak. Resto steak favorit kita dari dulu adalah Abuba Steak. Dari rasa, harga, tempat, service, menurutku cocok dan worth it lah. Holycow juga oke punya, kita berlima sempet beberapa kali ke sana, tapi a lil bit more expensive dibanding Abuba hehe. Kalo lagi di mall, suka juga ke Fiesta Steak. Enak tapi ga terlalu spesial sih menurutku.

Ada satu resto steak yang cukup sering aku kunjungin kalo lagi sama temen-temen, apalagi kalo bukan Waroeng Steak. Alasan utamanya sih karena ramah di kantong hahaha. Bukan berarti ga enak sih. Enak-enak aja kok. Tapi kalo aku sih kurang puas ya hehe.

Nah hari ini kita berlima abis nyobain resto steak baru nih. Eh bukan baru sih, tapi kita baru pertama kali ke sini. Restonya mah udah lama, rencana ke sini juga udah lama, tapi baru kesampean aja sekarang hehe. Jadi Joni Steak ini ngetop karena katanya lumayan murah tapi tetep 'kelas' steaknya.

Dan ternyata bener loh! Eits jangan ekspektasi tinggi banget juga ya. Tapi menurutku Joni Steak ini oke banget lah. Harganya lebih murah dari Abuba, tapi rasanya ga kalah kok. Porsi yang 200gr bikin kenyang banget. Saosnya mushroom dan blackpepper dua-duanya enak. Dan yang paling bikin aku seneng adalah dagingnya empuk. Mau sirloin, tenderloin, rib-eye semuanya empuk. Jadi gampang dicerna. Happy me happy tummy deh ceritanya haha. Oya, pelayanannya juga cepet dan cukup bagus. Sayang lokasinya agak jauh dari rumah. But I definitely will be back again :D

Kalo kamu suka makan steak juga ga? Boleh banget loh kalo ada rekomendasi tempat steak enak.. :D

Sekian dulu hari ini. Selamat menikmati malem minggu bersama hujan hehe. Wassalam!

*

January 25, 2017

My Hijab Story

Selama blog ini ada dari tahun 2009 sampai sekarang kayanya aku belum pernah sharing tentang perjalananku memakai hijab. Kalopun udah mungkin cuma sepotong-sepotong aja, kaya post beberapa waktu lalu tentang perubahan kecilku. So now let my tell you about it, boleh kan? Tiba-tiba pengen sharing aja nih hehe. Kenapa aku sharing ini, insya Allah akan terjawab secara tersurat atau pun tersirat di post kali ini.

Oh iya, sebelumnya mari kita samakan persepsi dulu ya. Ada istilah hijab, jilbab, khimar, dan kerudung. Klik di sini ya untuk mengetahui pengertian dan perbedaannya. Sepakat ya aku akan pakai istilah khimar untuk kain penutup yang selama ini kita bilang hijab, jilbab, kerudung, bergo, pashmina, dll.

Jadi kalo ditanya "Kapan sih pertama pakai khimar?" atau "Gimana awal cerita pakai khimar?" Aku ngga bisa jawab pasti. Mungkin waktu aku balita atau pas TK atau pas masuk TPA ya udah dipakaikan baju muslim (include khimar pastinya) sama mamahku. Berarti itu kan pertama kali aku pakai khimar ya kan hahaha. Yang jelas, aku mulai sering khimar pas aku kelas 2 SD karena saat itu aku pindah dari SD Negeri ke SD Islam swasta yang mewajibkan siswinya memakai seragam yang menutup aurat. Sejak saat itu aku mau ngga mau rajin pake khimar kemana-mana karena mikirnya, masa di sekolah pakai, terus di luar engga. Kalo ketemu temen sekolah gimana kan.. Walaupun sebenernya kalo boleh jujur mah ngga tau esensi hijab, jilbab itu apa dan ngga tau soal wajibnya menutup aurat. Tapi ya masih suka lepas juga kalo ngerasa ngga betah sih hehe. Kelas 4 SD, aku pindah lagi ke SD Negeri karena aku suka kecapekan akibat sekolahnya jauh dan full day school waktu itu. Saat itu aku bisa aja balik pakai seragam biasa yang ga usah pake khimar, tapi entah kenapa waktu itu aku mikir sayang ada beberapa seragam dari SD sebelumnya yang masih bisa dipakai, jadi aku terusin aja pakai seragam panjang dan khimar tanpa mikir apa-apa.

Hal itu berlanjut sampai aku menginjak bangku SMP dan juga SMA. Pas masuk SMP, aku bisa aja minta beliin seragam biasa. Tapi pikiran aku bilang begini, masa pas SD pake khimar terus pas SMP engga. Malu lah. Dan pas masuk SMA juga begitu, dengan rasa malu yang lebih besar lagi. Jadi kalo ditanya kenapa pake khimar, ya karena udah pake dari kecil. Aneh dan malu kalo tiba-tiba ga pakai lagi. Tapi selama SD sampai SMA, jujur aku belum 100% konsisten. Kalo di sekitar rumah, olahraga, atau jalan-jalan sama keluarga, kadang suka males (jangan dicontoh ya, tapi itu dulu kok hehe). Mungkin pas SMA lah aku baru bener-bener tau kalo menutup aurat itu wajib, menutup aurat itu penting.

Lanjut pas kuliah, alhamdulillah bisa lebih konsisten dari sebelum-sebelumnya (walaupun belum syar'i ya). Dan memang beberapa tahun terakhir ini, aku makin mengerti tentang konsep, esensi, dan hakikat menutup aurat. Bisa dilihat dari curhatanku di post perubahan kecilku kan? Ya, aku memang mencari, mempelajari, pokoknya berusaha mengulas segala sesuatu hal yang berkaitan tentang wajibnya menutup aurat. Mulai dari tafsir Qur'an, hadits, kajian, artikel, dan sebagainya. Awalnya sih aku cuma kepingin tau aja, terus aku mau make sure bahwa ternyata apa yang aku lakukan selama ini benar dan merupakan salah satu bentuk ketaatanku kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Aku ngerasa bersyukur dan beruntung, dari kecil punya rasa malu yang membuatku terus menerus memakai khimar dan menutup aurat, dan ga ketinggalan punya keluarga yang supportive, ga pernah sekalipun ada paksaan dari mamah ayah untuk mewajibkan anaknya memakai jilbab dan khimar, tapi mereka selalu mendukung apa yang aku pilih. Alhamdulillah, sifatku ini menurun ke adik perempuanku. Adikku mulai memakai khimar dari SD karena melihat mamah dan kakaknya pakai khimar.

Kalo dipikir-pikir kalo aku ga pindah ke SD Islam terus ga ngotot untuk tetep pake khimar, bisa jadi aku belum menutup aurat sekarang, untungnya engga. Alhamdulillah ya, Allah baik banget ngasih aku petunjuk dan hidayah saat itu. Aku merasakan manfaat dari perintah Allah untuk menutup aurat itu banyak banget, meskipun lebih banyak yang ga secara langsung.

Intinya sih, alasan untuk menutup aurat dan memakai khimar itu ga selalu harus complicated. Untuk kasusku, karena dari kecil udah biasa pakai khimar. Ya seharusnya ga ada alasan sih, kalo udah tau itu wajib ya harus dilakukan. Sayang, masih banyak wanita muslimah yang belum menyadari akan wajibnya menutup aurat. Aku waktu itu denger di salah satu kajian, saat perintah untuk berhijab turun, wanita-wanita muslimah waktu itu langsung menjadikan kain apa aja yang ada di rumah mereka untuk menutup aurat mereka, tanpa mikir-mikir dulu. Kain gordyn, kain taplak, kain apa aja. Karena perintah dari Allah ya harus dilakukan. Sami'na wa atho'na, kami dengar dan kami taat.. Masya Allah banget ya.. Kita mah, disuruh apa juga paling mikir-mikir dulu. Iya kan?

Sekian dulu cerita hari ini, mungkin ke depannya bakal sharing lagi tentang hijab. Karena aku kepingin teman-teman muslimah yang mungkin belum berhijab cepat diberikan hidayahnya agar segera menutup aurat. Aamiin. Yang udah berhijab? Semoga istiqomah, menyesuaikan hijabnya sesuai syariat, perbaiki sektor-sektor (ibadah) lain dari diri sendiri.

*